• SMA NEGERI 2 KUPANG TIMUR
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

Karakter: Harta Tak Ternilai di Era Digital

Di era digital ini, kita disuguhi dengan berbagai fenomena yang membuat kita terkejut dan khawatir. Siswa yang memukul guru, orang tua yang mengkriminalisasi guru, dan anak-anak yang lebih suka bermain game daripada mendengarkan guru. Apa yang salah? Jawabannya adalah kurangnya pendidikan karakter. Karakter adalah harta tak ternilai yang harus kita jaga dan kembangkan sejak dini. Seperti kata-kata bijak, "Karakter dibentuk jauh dari sorotan, di wilayah batin yang tak membutuhkan saksi" (Lickona, 1991). Karakter adalah tentang bagaimana kita berperilaku ketika tidak ada yang melihat, bukan tentang bagaimana kita tampil di depan orang lain.

Pendidikan karakter bukanlah sesuatu yang baru, tetapi semakin penting di era digital ini. Dengan kemajuan teknologi, kita semakin terhubung dengan dunia luar, tetapi semakin terisolasi dari diri sendiri. Kita lupa bahwa karakter adalah tentang bagaimana kita memperlakukan diri sendiri dan orang lain. Kita lupa bahwa karakter adalah tentang bagaimana kita membuat pilihan-pilihan kecil yang sering luput dicatat, seperti jujur tanpa imbalan, konsisten tanpa pujian. Para ahli seperti Thomas Lickona (1991), James Arthur (2013), dan Martha Nussbaum (2013) menekankan pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk pribadi yang baik dan bermoral. Menurut Lickona (1991), "Karakter adalah kumpulan nilai-nilai yang membentuk perilaku seseorang".

Tapi, apa saja karakter baik yang harus kita kembangkan? Menurut para ahli, ada beberapa karakter baik yang penting, yaitu:
1. Kejujuran: Sikap selalu berkata benar dan tidak berbohong (Thomas Lickona, 1991).
2. Tanggung Jawab: Sikap selalu menyelesaikan tugas-tugas dengan baik dan tepat waktu (Thomas Lickona, 1991).
3. Empati: Kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain (Martha Nussbaum, 2013).
4. Kerja Sama: Sikap selalu bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama (James Arthur, 2013).
5. Keadilan: Sikap selalu memperlakukan orang lain dengan adil dan tidak memihak (Thomas Lickona, 1991).

Dengan mengembangkan karakter baik ini, kita dapat membentuk pribadi yang baik dan bermoral. Namun, bagaimana kita dapat membentuk pendidikan karakter di era digital ini? Pertama, kita harus memulai dari diri sendiri. Kita harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anak kita, dengan berperilaku jujur, konsisten, dan empati. Kedua, kita harus mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum sekolah, dengan mengembangkan keterampilan sosial dan emosional anak-anak (Berk, 2013). Ketiga, kita harus bekerja sama dengan keluarga dan masyarakat untuk mendukung pendidikan karakter.

Solusinya adalah kita harus kembali ke dasar, yaitu pendidikan karakter. Kita harus mengajarkan anak-anak kita tentang pentingnya karakter, tentang bagaimana berperilaku baik, dan tentang bagaimana membuat pilihan-pilihan yang tepat. Kita harus menjadi contoh yang baik bagi mereka, dan kita harus bekerja sama untuk membentuk generasi yang baik dan bermoral. Seperti kata-kata bijak, "Pada akhirnya, yang menemani kita dalam kesendirian bukanlah reputasi, melainkan karakter" (Lickona, 1991).

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Di Antara Ketegasan dan Ketakutan: Dilema Pendidikan Karakter di Sekolah

Dalam sistem pendidikan modern, guru tidak lagi sekadar berperan sebagai penyampai materi akademik. Guru juga diposisikan sebagai pendidik karakter, teladan moral, serta figur otoritas

17/12/2025 20:36 - Oleh Hen Jami - Dilihat 41 kali
Pertemuan Cahaya, Kapur, dan Hutan dalam Ruang Segi Empat

Generasi Z lahir di tengah cahaya layar yang tak pernah padam, ibarat sebuah sungai digital yang mengalir deras, penuh warna, dan tak mengenal jeda. Bagi mereka, ponsel bukan sekadar al

17/12/2025 19:41 - Oleh Hen Jami - Dilihat 39 kali
"Analisis Kritis Efektivitas Peningkatan Kompetensi Guru: Paradoks 'Sirkus Pelatihan' dan Degradasi Mutu Pengimbasan"

     PendahuluanPeningkatan kompetensi profesional guru merupakan imperatif utama dalam sistem pendidikan. Pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan (CPD) seca

12/11/2025 20:32 - Oleh Hen Jami - Dilihat 110 kali
Neraca Keseimbangan baru:Antara Berat Gizi Gratis Vs Bobot Jam sekolah, Menuju Titik Ekuilibrium Mutu Siswa (refleksi Kecil dari SMA N.2 Kupang Timur)

     Metafora Gizi dan Harapan MutuSejak pertengahan Oktober 2025, bendera harapan berkibar di tiang sekolah kami, diiringi irama sendok beradu. Program MBG (Makan Bergiz

12/11/2025 20:06 - Oleh Hen Jami - Dilihat 95 kali
GURU MASA LALU VS SISWA MASA KINI

 Ketika melihat judul di atas, menarik karena  Guru dan siswa adalah manusia penghuni Zamannya sedangkan masa lalu dan masa kini adalah  Zaman  dan waktu  yang

10/03/2024 22:25 - Oleh Hen Jami - Dilihat 2115 kali
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK Oleh YULIUS BERA TENAWAHANG (SMA Negeri 2 Kupang Timur)          Puji Syukur, saya sebagai Calon G

21/09/2023 10:42 - Oleh Administrator - Dilihat 563 kali
KONEKSI ANTAR MATERI-REFLEKSI DAN KESIMPULAN MODUL 1.1 PGP

KONEKSI ANTAR MATERI-REFLEKSI DAN KESIMPULAN MODUL 1.1 PGP Ketika mendengar nama sosok Ki Hajar Dewantoro, pikiran saya langsung tertuju pada pepatah kuno atau istilah “Ing Ngars

21/08/2023 11:02 - Oleh Administrator - Dilihat 270 kali
TUGAS GURU: MEWUJUDKAN KEPEMIMPINAN MURID

   Mengawali tulisan ini dengan sebuah pertanyaan pemantik, “pernahkah guru-guru melakukan refleksi?” Dan kemudian menyadari bahwa terkadang, guru atau orang dewas

11/06/2023 23:17 - Oleh Administrator - Dilihat 2227 kali
TANTANGAN KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN (Dilema Etika  vs  Bujukan Moral)

  Pengantar   Sebagai pemimpin pendidikan, seorang Kepala Sekolah maupun guru harus menjadi pemimpin yang disukai, dipercaya, mampu membimbing, berkepribadian, serta abadi s

01/06/2023 13:36 - Oleh Administrator - Dilihat 2607 kali
MENENGOK KEDISIPLINAN GURU PROFESIONAL

 Tulisan ini bertujuan menggugah guru dalam menjalankan tugas sebagai guru profesional. Suka atau tidak, tulisan atau opini ini merupakan salah satu tulisan yang termuat dalam buku

18/04/2023 02:52 - Oleh Administrator - Dilihat 2950 kali