SERAGAM YANG BARU (Kisah Nyata Seorang Bocah)
Dulu…ini dulu…di Sebuah Dusun yang kecil ada seorang bocah yang hidup penuh harapan, dia 1 dari 12 orang saudaranya. Hidup selalu riang, padahal mereka makannya sekali setiap hari itu juga bubur di siang hari. Kadang juga atas nama cinta dan kemesraan mereka berbagi sepiring berdua dan dia berhenti makan supaya adiknya bisa kenyang, mereka luar biasa.
Suatu hari Sebuah lonceng besar yang menggelegar seperti biasa…memanggilnya segera datang.
Sepasang kaki mungil berlari di atas bebatuan dekat jambu mente yang belum berbuah.
Berhenti sejenak di antara pohon asam dan kusambi yang rindang dan berjalan perlahan di antara rerumputan penuh embun.
Tanpa alas kaki tapi kokoh walaupun kuku kakinya terkelupas karena terantuk batu cadas, perih tapi tidak parah. Aman itu biasa untuk mereka, Bocah pejuang yang anti Cengeng.
Baju putih, celana merah terikat rapi dengan rafia yang rapuh.
Semangatnya luar biasa karena separuh jiwanya sudah di tempat tujuannya dengan sepasang seragam baru, baju terbaru miliknya. Baju kiriman om tersayang, di bawa oleh mama tercinta dari Kupang Kota Kasih…
Semua kawan-kawannya berkumpul dengan pakian yang rapih.
Sekelompok orang tua sedang bercerita sambil cerutu/rokok tapi lupa itu dengan siapa tentang apa. Cerita mereka terhenti dan memandangnya seperti hantu, sesekali antara mereka saling memandang karena Lucu, sinis, heran dan haru. Hari itu Gereja tapi si bocah dengan seragam sekolahnya yang baru, datang tanpa beban. Memang Gerejanya di Sekolah karena gedung gereja belum ada, tapi itu kan hari minggu. Seorang bapak yang seolah mengerti perasaannya, menghampirinya dan bertanya mengapa adik pakai seragam padahal hari Minggu? Dia menjawab dengan airmata nya,seolah dia menjawab inilah yang saya punya. Dan benar karena semua pakian lusuhnya yang bolong tercampur dalam gardus yang bercampur, singkatnya hanya itu yang terbaru dan bisa di pakainya ke Gereja rumah Tuhannya. Siapa nama mu tanya om…Handrianus Hae Jami om….jawab ku!
***
Tuhan beri kami rejeki yang berlimpah supaya kami beri mereka seragam yang baru untuk sekolah dan pakian gereja yang gagah untuk MemujiMu.
( Hen)***
Komentar
Bocah yang penuh kegembiraan dan menginspirasi banyak orang
Kisah yang luar biasa
Terserah orang mau bilang apa intinya suatu saat bt akan buktikan kalo bt bisa
Penuh makna
Hidup yg dlu bgtu pahit Kini berubah bgtumanis
Bersyukur atas Apa Yng tuhan berikn kpada kita
kisah hidup bocah yang Penuh rasa Percaya diri akan kekurangannya namun ia Berhasil menjadi orang di masa Depan
Bocah Yang Selalu Bersyukur Atas Apa Yang Di Berikan Tuhan Dan Tdk Mendengarkan Perkataan Orng Yang Menghina
selalu bersyukur dalam keadaan apapun
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
PEMBINAAN INSAN MUDA:MERAIH CAHAYA DI BALIK KILAF
Hari istimewa,selasa 11/11/2025 terukir sembilan nama, dari Ignasius hingga Dionisius, remaja berpakian putih abu-abu, sebagian besar dari kelas XI F5.
GUNTING RAMBUT YANG TAK MAU GUNTING
Hari ni hari selasa tanggal 31/05/2022, sekolah kami lagi sepi karena sedang ujian kenaikan kelas, dan semua siswa dan guru pengawas ada dalam ruang ujian. Berbeda dengan di rua
RUNYAM TAPI HAPPY ENDING (Menyelesaikan masalah tanpa masalah)
Malam itu sekitar pukul 21.53 tanggal 24 Mei 2022, saya gugup membaca Whats Apps kepala sekolah kami bapak Yulius B Tenawahang, S.FIL, M.Pd. Memangnya kenapa kok han
Membangunkan Kembali Hoby yang Sudah Tertidur
Judul tulisan di atas saya pilih "membangunkan kembali hoby yang sudah tertidur" bukan berarti tidur sudah menjadi hoby kami. Tetapi ada kenikmatan masa lalu yang pernah kami nikm
PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI LINGKUNGAN SEKOLAH
AKSI NYATA MODUL 1.4 PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI LINGKUNGAN SEKOLAH Oleh Yulius Bera Tenawahang (CGP Angkatan -9- SMA Negeri 2 Kupang Timur-Kabupaten Kupang A
Kepala SMAN 2 Kupang Timur Selalu Ikut Kerja Bersama Murid
Kepala SMAN 2 Kupang Timur, Bapak Yulius Bera Tenawahang selalu terlibat bekerja bersama para murid. Saat ada kerja bakti di sekolah, bapak Yulius juga turun tangan. Ikut membantu membe
Kudang Laiskodat, a Charismatic Hero of Timor in the XVII Century
This charismatic warrior figure came from the Helong tribe. The Helong tribe called him “Aka Kudang Neno Laiskodat,” or in daily life, it was called “Ko

Kita harus belajar dari anak itu Yg selalu bersyukur dengan apa yg dia miliki