• SMA NEGERI 2 KUPANG TIMUR
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

“PAKU YANG TERPAKU”

Dulu kami sekolah tapi tak tau jadi apa

Saya ingat kami masuk sekolah, kau buat ritual dengan doa yang khusuk

Doa dalam bahasa yang kau bisa

Bahasa kalbu yang saya tidak mengerti

Tapi kau yakinkan aku, ini doa supaya di sekolahmu  kau pintar.

***

Dalam kesibukan mu yang rutin

Kau bangun dalam sunyi

Di iringi bunyi dengkur kami yang masih lelap

Kau bangun di bangunkan jam dinding kita yang bisa bicara

Mungkin jam 2,mungkin jam 3, paling lambat jam 4 pagi hari.

Iris tuakmu untuk kami…

***

Sekolah dekat rumah…

Kalau kami bangun dan terlamabat ke sekolah …kami menangis dan..

Harus kau antar kesekolah karena saya pikir sekolah ku untuk mu

Dan dengan sabar kau antar kami ke depan kelas sambil menyapa guruku dengan ramah.

Sekolah…SD,SMP,SMA,Kuliah, wisuda, dan kami semua jadi guru.

Kami bangga dengan mu, engkau juga bangga dengan kami

Tapi saya heran, kebangganmu bukan uang gaji yang kami terima.

Bapak Cuma minta foto wisuda untuk gantung pada paku yang terpaku… di dinding rumah tua.

Ayah…. ku minta doa mu untuk kami dari pintu rumah TUHAN.

 

Bukit Harapan oeleta, 20/5/2022 (Hen)*

 

 

 

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Suara dari Kaum tak Bersuara

Wahai tuanku Ki Hajar DewantaraPembesar berhati besar tapi mencintai kami yang kecilYang kadang dibuat kasar oleh guru dari jaman kolonialPadahal jiwaku ragakuzamankualamkuada di jaman

19/03/2024 20:55 - Oleh Hen Jami - Dilihat 961 kali
Rindu tanpa Jumpa

Kamu di sini kami di sanaKita adalah benih yang samayang tumbuh dalam ladang yang berbeda Kita hanya terpisah oleh tepi batasdi atas tanah yang samaTanah leluhur kitaTimor Leste bu

19/03/2024 20:39 - Oleh Hen Jami - Dilihat 1104 kali
TATAPAN

Aku terdiam pada tatapan paling dalam Hampir ku tenggelam karena tak mampu menyelam Dalam rasa yang tak kunjung usai           &

10/03/2024 22:35 - Oleh Hen Jami - Dilihat 346 kali
SENJA YANG SEPI

Senja kali ini masih seindah senja kemarin begitu pula dengan malam ini, masih setia dengan pekat yang sama Lalu… Apa yang berbeda..? Bukankah kemarin dan hari ini sepinya mas

10/03/2024 22:33 - Oleh Hen Jami - Dilihat 407 kali
“HARAPAN”

Melangkahi embun pagi yang menyapa subuh degan tetesnya. Tarulah harapan baru di setiap harinya Dan berharap nikmat ada di setiap waktunya Pagi ini mugkin beda dari pagi kemarin Kak

10/03/2024 22:31 - Oleh Hen Jami - Dilihat 287 kali
MEI DAN AIR MATA

Mungkin ini senja Yang kesekian Yang selalu menjadi primadona dalam dada Bahkan hingga malam yang paling sunyi sekalipun Ia masih bersembunyi dalam mimpi dan cerita yang kini mendada

10/03/2024 22:29 - Oleh Hen Jami - Dilihat 301 kali
SEPI YANG PALING HINA

Malam Kini hadir Menyapa GubukKu yang kosong Bulan telah pergi membawa cahayanya Lalu tinggalkan aku sendiri memeluk sepi yang paling hina Bahkan anginpun seolah lewat tanpa gairah

10/03/2024 22:27 - Oleh Hen Jami - Dilihat 282 kali
DOA UNTUK MAMA

  Di balik jendela ku yang tanpa kain Ku nikmati angin malam yang Tuhan kirim Kupandang langit Tuhan yang maha luas Kadang cerah kadang gelap Persis seperti hidupku yang kadan

10/03/2024 22:23 - Oleh Hen Jami - Dilihat 296 kali
"GELAS AQUA "

  Dulu waktu kau masih berlabel... Kami cari mu di saat haus dan kami belikan dengan mahal. Sekarang...kami habiskan isimu yang murni dan kami buang, kami injak dan menyebut mu

10/03/2024 22:22 - Oleh Hen Jami - Dilihat 251 kali
"HUJAN DI BULAN JUNI"

  Kami sang abdi masih mengabdi… Mendung mencekam, gemuruh mendesak Kaki enggan melangkah karena rintik telah memberi tanda. Hujan turun lagi, di bulan juni yang tak bia

10/03/2024 22:20 - Oleh Hen Jami - Dilihat 376 kali